Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi secara resmi menyampaikan tiga permintaan penting kepada Presiden Prabowo Subianto. Permintaan ini disampaikan dalam rapat terbatas yang berfokus pada percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh Tamiang. Rapat tersebut berlangsung secara daring dari Sekretariat Presiden di Jakarta pada Kamis, 1 Januari.
Fokus utama dari pertemuan ini adalah penanganan dampak bencana yang melanda Aceh Tamiang, termasuk kebutuhan mendesak bagi ribuan warga terdampak. Armia Fahmi merinci kebutuhan vital mulai dari hunian tetap hingga bantuan ekonomi. Inisiatif ini diharapkan dapat segera meringankan beban masyarakat yang masih berjuang.
Presiden Prabowo Subianto mendengarkan langsung laporan tersebut dan menunjukkan komitmen pemerintah pusat. Respons cepat ini merupakan langkah konkret dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara efektif. Seluruh pihak berharap percepatan pemulihan dapat mengembalikan kehidupan normal warga Aceh Tamiang.
Kebutuhan Mendesak Hunian Tetap bagi Korban Bencana
Bupati Armia Fahmi melaporkan bahwa kebutuhan hunian tetap (huntap) menjadi prioritas utama bagi warga yang terdampak banjir di Aceh Tamiang. Berdasarkan pendataan pemerintah desa, tercatat 37.888 unit rumah hilang dan 4.839 unit rumah rusak berat. Total kebutuhan huntap mencapai 42.727 unit untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
Armia menyampaikan apresiasi atas bantuan hunian sementara (huntara) yang telah diterima. “Terima kasih, kami sudah dibantu Danantara untuk hunian sementara sebanyak 600 unit dan nanti ada tambahan lagi untuk huntap dan lainnya,” kata Armia dalam rapat terbatas tersebut. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan setiap keluarga mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Penyediaan hunian tetap ini krusial untuk mengembalikan stabilitas kehidupan masyarakat. Langkah konkret dari pemerintah pusat sangat dinantikan untuk merealisasikan pembangunan huntap. Pemenuhan kebutuhan hunian ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan pascabencana.
Dukungan Bantuan Pangan untuk Keberlangsungan Hidup Warga
Permintaan kedua yang diajukan oleh Bupati Armia adalah dukungan bantuan pangan untuk menjaga keberlangsungan hidup warga Aceh Tamiang. Kondisi pascabencana telah menyebabkan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan bagi masyarakat. Kebutuhan pokok menjadi sangat vital dalam situasi ini.
Dengan jumlah penduduk mencapai 313.245 jiwa, pemerintah daerah telah menghitung kebutuhan pokok secara cermat. Bantuan pangan ini mencakup beras, telur, minyak goreng, dan gula. Estimasi kebutuhan tersebut diperkirakan untuk jangka waktu enam bulan ke depan.
Armia Fahmi juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang masih berat, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Momen-momen penting ini seringkali meningkatkan kebutuhan rumah tangga. “Pasti masyarakat kami kesulitan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya. Bantuan pangan diharapkan dapat meringankan beban finansial mereka.
Bantuan pangan yang terencana dan berkelanjutan akan sangat membantu warga Aceh Tamiang melewati masa sulit ini. Ini adalah langkah penting untuk memastikan ketahanan pangan di tengah upaya pemulihan.
Usulan Bantuan Langsung Tunai untuk Meringankan Beban Ekonomi
Selain hunian dan pangan, Bupati Armia juga mengusulkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 111.570 kepala keluarga (KK) di Aceh Tamiang. BLT ini diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi. Tujuannya adalah meringankan beban finansial akibat dampak ekonomi pascabencana.
Armia berharap setiap keluarga dapat menerima sekitar Rp1 juta pada tahun ini. Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak atau modal usaha kecil. Pemberian BLT ini merupakan upaya konkret untuk membantu pemulihan ekonomi lokal.
“Kami akan buat surat resmi kepada menteri terkait untuk kebutuhan tersebut,” jelasnya. Koordinasi dengan kementerian terkait menjadi langkah selanjutnya. Diharapkan proses pencairan BLT dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Inisiatif BLT ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warganya. Dukungan finansial langsung sangat diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
Respons Presiden Prabowo dan Harapan Pemulihan
Menanggapi ketiga permintaan penting tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya. Presiden akan segera menghitung ulang kebutuhan anggaran yang diperlukan. Proses ini akan dilakukan secara cermat dan terintegrasi dengan data yang ada.
Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif. Integrasi data akan meminimalkan potensi kesalahan penyaluran bantuan. Hal ini juga untuk memastikan transparansi dalam proses pemulihan.
“Nanti kita hitung dan integrasikan dengan data semua supaya nanti tepat sasaran,” kata Presiden. Pernyataan ini menegaskan keseriusan pemerintah pusat. Upaya kolaboratif antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan.
Bupati Armia menutup laporannya dengan menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Ia berharap percepatan pemulihan ini dapat segera mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang. Normalisasi kondisi sosial dan ekonomi menjadi tujuan bersama bagi seluruh pihak.
Sumber: AntaraNews