Perum Bulog bersama ID FOOD dan Agrinas Palma Nusantara akan menyalurkan 790 ribu kiloliter Minyakita mulai Januari 2026. Penyaluran ini bertujuan menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat dan memastikan ketersediaan pasokan di pasar.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ketiga BUMN tersebut ditunjuk sebagai penyalur utama Minyakita langsung ke pengecer.

“Sekitar 790 ribu kiloliter akan disalurkan melalui Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma langsung ke para pengecer,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, penugasan tersebut mengacu pada Permendag Nomor 43 Tahun 2025. Dalam aturan itu, Bulog bersama ID FOOD dan Agrinas Palma memperoleh alokasi 35 persen dari skema Domestic Market Obligation (DMO).

Distribusi Minyakita akan dilakukan langsung ke pengecer tanpa melalui distributor berlapis. Langkah ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi sehingga harga tetap terjangkau dan stabil.

Rizal menambahkan, DMO berasal dari kewajiban produsen minyak goreng yang harus menyisihkan 35 persen produksi crude palm oil (CPO) sebelum melakukan ekspor.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bulog Febby Novita menyampaikan bahwa kebutuhan minyak goreng nasional berada di kisaran 200 ribu hingga 250 ribu kiloliter per bulan. Dari jumlah tersebut, 35 persen akan disalurkan melalui BUMN pangan, termasuk Bulog.

“Permendag ini mulai berlaku awal Januari 2026. Saat ini Bulog sedang berkoordinasi dengan produsen untuk memetakan kuota dan penyaluran,” kata Febby.

Sumber MediaIndonesia.com