Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong pemerintah untuk mengantisipasi potensi gejolak harga minyak dan risiko krisis energi akibat serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.

Eddy menilai konflik tersebut berpeluang memengaruhi harga minyak dunia. Pasalnya, Venezuela merupakan salah satu pemasok minyak mentah di pasar global.

“Perlu ada langkah antisipasi dari kementerian terkait dengan melihat dampak jangka pendek dan jangka panjang dari situasi ini. Terutama potensi kenaikan harga minyak dunia akibat tingginya permintaan, sementara pasokan global berkurang,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurutnya, langkah mitigasi yang tepat dapat melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari tekanan akibat fluktuasi harga minyak dunia.

“Sebelum krisis ini berdampak lebih luas, antisipasi harus segera dilakukan. Kebijakan yang tepat akan membantu menjaga APBN tetap sehat,” jelasnya.

Di sisi lain, Eddy menilai krisis di Venezuela menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satunya dengan mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Sejak awal, ia menekankan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor energi harus dikurangi dengan memaksimalkan sumber energi dalam negeri.

“Krisis Venezuela menjadi alarm bahwa ketahanan energi harus diperkuat agar kita tidak bergantung pada negara lain,” tegas Eddy.

Ia juga menyebut komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi semakin relevan di tengah dinamika geopolitik global saat ini.

“Karena itu, kami mendukung Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengakhiri paradoks energi dengan mengandalkan sumber-sumber energi dalam negeri,” pungkasnya.

Sumber AntaraNews.com