SEMARANG – PT Jasa Raharja Cabang Semarang menyelenggarakan rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) guna memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban di awal tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di IBC Kota Semarang pada Senin (19/1/2026) ini dihadiri oleh jajaran Wakasat Lantas Polrestabes Semarang, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Penanggung Jawab Samsat Semarang 1, 2, dan 3.
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Semarang, Manggala Aji Mukti, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan program kerja demi keselamatan masyarakat di jalan raya. Dalam arahannya, Manggala menekankan pentingnya aksi nyata di titik-titik rawan kecelakaan.
“Kami berkomitmen untuk saling bersinergi dalam upaya pencegahan kecelakaan. Langkah konkret yang akan segera dilaksanakan meliputi pemasangan pita kejut (rumble strips) dan pemasangan rambu imbauan di titik-titik rawan laka (blackspot). Selain itu, Jasa Raharja bersama Kepolisian dan Dishub akan menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ujar Manggala Aji Mukti.
Selain fokus pada keselamatan, forum ini juga membahas optimalisasi pendapatan daerah dan negara. Manggala menjelaskan bahwa keberadaan Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan didasarkan pada amanat undang-undang yang menjadi pilar utama layanan mereka, UU No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. UU No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Melalui dasar hukum tersebut, Jasa Raharja mengajak masyarakat untuk tertib dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang di dalamnya terdapat Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Kami terus berupaya meningkatkan antusiasme masyarakat dalam membayar pajak dan SWDKLLJ. Dana tersebut merupakan sumber dana bagi negara untuk memberikan santunan apabila terjadi musibah kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.
Melalui kegiatan FLLAJ ini, diharapkan koordinasi yang terjalin antarstakeholder dapat berjalan lancar. Target utamanya adalah penurunan angka kecelakaan secara signifikan serta menurunnya tingkat fatalitas korban di wilayah Semarang sepanjang tahun 2026.
Dengan sinergi yang kuat antara Jasa Raharja, Kepolisian, dan Dinas Perhubungan, diharapkan kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara dan kepatuhan administrasi kendaraan semakin meningkat.