Kamis, November 24, 2022
BerandaKisah Nyata(Mata-Mata Sovyet di Amerika Serikat Ke 1) Siapa Orang AS Pertama Jadi...

(Mata-Mata Sovyet di Amerika Serikat Ke 1) Siapa Orang AS Pertama Jadi Mata-Mata Sovyet?

Tagarsatu.com. Pada awal tahun 1920-an, Uni Soviet, melalui badan intelijen GRU, OGPU, NKVD, dan KGB-nya. Mereka menggunakan warga negara Rusia dan asing serta simpatisan Komunis asal Amerika untuk melakukan kegiatan spionase di Amerika Serikat.

Uni Sovyet membentuk berbagai mata-mata dan aktif. Khususnya selama tahun 1940-an, beberapa jaringan spionase ini memiliki kontak dengan berbagai lembaga pemerintah AS.

Jaringan spionase Soviet ini secara ilegal mengirimkan informasi rahasia ke Moskow, seperti informasi tentang pengembangan bom atom (lihat mata-mata atom). Mata-mata Soviet juga berpartisipasi dalam operasi propaganda dan disinformasi, yang dikenal sebagai tindakan aktif, dan berusaha untuk menyabotase hubungan diplomatik antara AS dan sekutunya.

Selama tahun 1920-an intelijen Soviet berfokus pada spionase militer dan industri di Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat, khususnya di industri pesawat terbang dan amunisi. Uni Sovyet melakukan untuk industrialisasi dan bersaing dengan kekuatan Barat, serta memperkuat angkatan bersenjata Soviet.

Amerika Serikat membuka hubungan diplomatik dengan Uni Soviet pada tahun 1933, menormalkan hubungan, tetapi juga membuka pintu bagi sejumlah mata-mata yang awalnya berfokus pada spionase teknologi.

Salah satu mata-mata Soviet awal adalah Jones Orin York yang direkrut oleh para pendahulu KGB pada tahun 1935.  Perusahaan Perdagangan Amtorg Soviet yang didirikan pada tahun 1924 akan menjadi jaringan spionase.

Sejarawan Harvey Klehr menjelaskan bahwa pengusaha Amerika Armand Hammer “bertemu Lenin pada tahun 1921 dan, sebagai imbalan atas konsesi untuk memproduksi pensil. Ia setuju untuk mencuci uang Soviet untuk menguntungkan partai-partai komunis di Eropa dan Amerika.”

 Sejarawan Edward Jay Epstein mencatat bahwa “Hammer menerima perlakuan luar biasa dari Moskow dalam banyak hal. Dia diizinkan oleh Pemerintah Soviet untuk membawa karya seni Tsar senilai jutaan dolar ke luar negeri ketika dia kembali ke Amerika Serikat pada tahun 1932.”

Menurut jurnalis Alan Farnham , “Selama beberapa dekade, Hammer terus melakukan perjalanan ke Rusia, bergaul dengan para pemimpinnya sampai-sampai CIA dan FBI mencurigainya sebagai agen penuh.”

Avatar
#1https://tagarsatu.com
TagarSatu.com adalah situs berbagi informasi seputar keamanan dan militer Republik Indonesia. Disajikan secara ringkas, lugas dan nyaman.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments